Rasio tersebut berasal dari sekitar Rp205,2 triliun obligasi pemerintah dan Rp116,4 triliun surat berharga pemerintah/BI, dibandingkan dengan DPK sebesar Rp1.151,8 triliun.
BBNI dan BMRI Berpotensi Dapat Tambahan Likuiditas
Perluasan KLM dinilai positif bagi likuiditas sistem perbankan, khususnya BBNI dan BMRI yang mengalami pertumbuhan kredit relatif cepat sekaligus menghadapi penurunan buffer likuiditas.
Mirae Asset memperkirakan, jika keduanya memperoleh pengurangan persyaratan cadangan efektif sebesar 200 bps, tambahan likuiditas yang dapat dilepaskan mencapai sekitar Rp17,8 triliun untuk BBNI dan Rp27,3 triliun untuk BMRI.
Tambahan likuiditas tersebut berpotensi memperkuat liquidity coverage ratio (LCR) dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan yang mahal maupun berjangka pendek.
Dari sisi net stable funding ratio (NSFR), dampaknya juga berpotensi positif apabila likuiditas tambahan tersebut dipertahankan dalam aset likuid yang stabil atau digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan yang kurang stabil.