Komitmen dana siap pakai yang mengendap di atas Rp2.000 triliun tersebut diyakini akan menjadi modal utama perbankan dalam mengeksekusi target-target pembiayaan baru ke depan.
“Undisbursed loan masih ada sekitar Rp2.000 triliun. Ini menjadi potensi bagi bank untuk menyalurkan kredit ke depan. Artinya likuiditas sebenarnya ada di perbankan,” ungkap Destry.
Prediksi pertumbuhan yang akseleratif hingga akhir tahun tersebut didasari oleh laporan BI yakni kredit perbankan melesat ke level ekspansi dua digit sebesar 11,51 persen di Mei 2026 atau secara tahunan (year on year/YoY).
“Di bulan Mei ini kita melihat pertumbuhan kredit mencapai sekitar 11,51 persen. Pertumbuhan kredit tersebut lebih terfokus pada kredit investasi,” kata Destry.
Secara rinci, komponen kredit investasi berhasil mencatatkan lonjakan tajam hingga 21,95 persen secara tahunan, sementara pos kredit modal kerja bertumbuh di kisaran 8 persen.