AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5 Persen hingga Ada Sinyal Kenaikan Inflasi 

BANKING
Michelle Natalia
Rabu, 02 Februari 2022 11:45 WIB
Bos BI mengatakan bahwa BI akan menjaga suku bunga acuan pada level yang rendah sampai ada sinyal kenaikan inflasi.
BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5 Persen hingga Ada Sinyal Kenaikan Inflasi
BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5 Persen hingga Ada Sinyal Kenaikan Inflasi

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI akan menjaga suku bunga acuan pada level yang rendah sampai ada sinyal kenaikan inflasi. Saat ini, suku bunga acuan masih tetap berada di level 3,5%.

"BI 7-days reverse repo rate (BI7DRR) tetap dipertahankan rendah sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi," ujar Perry dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Dia menyebutkan bahwa inflasi saat ini masih rendah, yaitu di bawah 2% atau di luar rentang asumsi inflasi yang diperkirakan oleh BI maupun pemerintah. 

"Rendahnya inflasi juga menjadi indikator masih belum ada peningkatan permintaan oleh masyarakat," tambahnya.

Untuk tahun ini, sambung Perry, BI mengarahkan kebijakan pada stabilitas dengan tetap mendukung upaya bersama dalam pemulihan ekonomi nasional. 

"Stabilitas dibutuhkan untuk menjaga nilai tukar rupiah bergerak sesuai fundamental. Terutama yang dipengaruhi oleh aksi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang mulai menaikkan suku bunga acuan," jelasnya.

Sementara itu, dalam hal kebijakan makro prudential, sistem pembayaran, maupun pendalaman pasar keuangan, tetap diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi.

"Bauran kebijakan BI diarahkan jaga stabilitas dengan tetap mendukung upaya bersama dalam pemulihan ekonomi nasional," pungkas Perry.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD