AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Bikin OBox, Cara OJK Awasi BPR dan BPRS

BANKING
Michelle Natalia
Selasa, 02 November 2021 13:51 WIB
OJK meluncurkan aplikasi OJK Box atau OBox. Aplikasi ini yang ditujukan untuk mengawasi bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS).
Bikin OBox, Cara OJK Awasi BPR dan BPRS (FOTO:  MNC  Media)
Bikin OBox, Cara OJK Awasi BPR dan BPRS (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan aplikasi OJK Box atau OBox. Aplikasi ini yang ditujukan untuk mengawasi bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). 

OBox merupakan aplikasi yang memungkinkan bank untuk meningkatkan alur informasi kepada OJK, khususnya yang bersifat transactional. Informasi tersebut nantinya akan melengkapi laporan yang sudah ada, sehingga OJK dan bank dapat meningkatkan pengawasan terhadap potensi risiko yang timbul lebih dini.

"Hari ini saya resmikan implementasi Obox BPR dan BPRS. Semoga bermanfaat untuk sektor jasa keuangan," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (2/11/2021). 

Dengan adanya OBox, dia berharap OJK yang berperan sebagai pengawas sektor jasa keuangan dapat meningkatkan kemampuan pengolahan data, analisis dan evaluasi permasalahan sejak dini.

"Hal ini guna mendukung kegiatan pengawasan sektor jasa keuangan yang berbasis teknologi dan pengambilan keputusan yang lebih efisien. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan bahwa OBbox ini juga akan diterapkan atau diimplementasikan bagi pengawasan sektor selain perbankan," terangnya. 

OJK pun kemungkinan akan mengembangkan OBox ke pengawasan di pasar modal dan juga industri keuangan non-bank, di mana penerapan ini sejalan dengan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2021-2025. 

"Tujuan pengembangan OBox ini menjadi aplikasi yang memungkinkan BPR/BPRS meningkatkan alur informasi kepada OJK, terutama informasi yang bersifat transaksional," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK Bambang Widjanarko.

Penerapan OBox di BPR dan BPRS dimulai pada awal November 2021. Waktu penyampaian informasi transactional tahap pertama, akan disampaikan mulai 1 hingga 15 November. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD