AALI
9325
ABBA
208
ABDA
5500
ABMM
2080
ACES
725
ACST
156
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
710
ADMF
7975
ADMG
165
ADRO
2770
AGAR
336
AGII
1995
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
114
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
138
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1330
AKRA
900
AKSI
288
ALDO
790
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/07/04 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.36
-2.52%
-13.10
IHSG
6639.17
-2.28%
-155.16
LQ45
950.15
-2.48%
-24.18
HSI
21830.35
-0.14%
-29.44
N225
26153.81
0.84%
+218.19
NYSE
14636.76
1.03%
+149.16
Kurs
HKD/IDR 1,905
USD/IDR 14,965
Emas
870,052 / gram

Bikin OBox, Cara OJK Awasi BPR dan BPRS

BANKING
Michelle Natalia
Selasa, 02 November 2021 13:51 WIB
OJK meluncurkan aplikasi OJK Box atau OBox. Aplikasi ini yang ditujukan untuk mengawasi bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS).
Bikin OBox, Cara OJK Awasi BPR dan BPRS (FOTO:  MNC  Media)
Bikin OBox, Cara OJK Awasi BPR dan BPRS (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan aplikasi OJK Box atau OBox. Aplikasi ini yang ditujukan untuk mengawasi bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). 

OBox merupakan aplikasi yang memungkinkan bank untuk meningkatkan alur informasi kepada OJK, khususnya yang bersifat transactional. Informasi tersebut nantinya akan melengkapi laporan yang sudah ada, sehingga OJK dan bank dapat meningkatkan pengawasan terhadap potensi risiko yang timbul lebih dini.

"Hari ini saya resmikan implementasi Obox BPR dan BPRS. Semoga bermanfaat untuk sektor jasa keuangan," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (2/11/2021). 

Dengan adanya OBox, dia berharap OJK yang berperan sebagai pengawas sektor jasa keuangan dapat meningkatkan kemampuan pengolahan data, analisis dan evaluasi permasalahan sejak dini.

"Hal ini guna mendukung kegiatan pengawasan sektor jasa keuangan yang berbasis teknologi dan pengambilan keputusan yang lebih efisien. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan bahwa OBbox ini juga akan diterapkan atau diimplementasikan bagi pengawasan sektor selain perbankan," terangnya. 

OJK pun kemungkinan akan mengembangkan OBox ke pengawasan di pasar modal dan juga industri keuangan non-bank, di mana penerapan ini sejalan dengan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2021-2025. 

"Tujuan pengembangan OBox ini menjadi aplikasi yang memungkinkan BPR/BPRS meningkatkan alur informasi kepada OJK, terutama informasi yang bersifat transaksional," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK Bambang Widjanarko.

Penerapan OBox di BPR dan BPRS dimulai pada awal November 2021. Waktu penyampaian informasi transactional tahap pertama, akan disampaikan mulai 1 hingga 15 November. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD