Untuk memitigasi berbagai risiko tersebut, Riduan menegaskan Bank Mandiri akan menempuh langkah preventif melalui penyaluran kredit yang lebih selektif dan penguatan ekosistem digital.
"Di saat yang sama kami juga menjaga kualitas pertumbuhan melalui penyaluran kredit yang selektif ke sektor-sektor yang prospektif dan resilient, serta monitoring portfolio secara ketat serta stress testing secara berkala," ujarnya.
Meski menghadapi tantangan berat, Bank Mandiri optimistis kualitas asetnya tetap kokoh. Per Maret 2026, bank berkode saham BMRI ini berhasil menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di level 0,98 persen dengan NPL coverage ratio mencapai 245 persen.
Perseroan juga menyiapkan bantalan permodalan yang tebal guna menghadapi berbagai skenario ekonomi di masa depan.
"Pada saat yang sama kami juga menjaga buffer permodalan yang kuat dengan CAR di atas 19 persen untuk menghadapi berbagai skenario tantangan ke depan," kata Riduan.