Selain itu, nasabah juga dapat menukarkan dolar Hong Kong (HKD), riyal Arab Saudi (SAR), baht Thailand (THB), dolar Taiwan (TWD), dong Vietnam (VND), yuan China (CNY), franc Swiss (CHF), dolar Kanada (CAD), dirham United Arab Emirates (AED), hingga dolar Brunei (BND).
Saat ini, infrastruktur gerai BRI Money Changer telah beroperasi secara penuh di sejumlah pintu gerbang internasional utama Indonesia yang memiliki volume aktivitas lintas negara yang tinggi.
Beberapa titik penempatan strategis tersebut antara lain Sektor Penerbangan ada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Internasional Ngurah Rai (Bali), dan Bandara Internasional Juanda (Surabaya), Sektor Maritim berada di Pelabuhan Bandar Bintan Telani (Bintan) dan Sektor Darat terdapat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dhanny menambahkan, bagi nasabah yang berada di luar jangkauan lima titik utama tersebut, layanan penukaran mata uang asing ini tetap dapat diakses secara luas melalui seluruh jaringan Unit Kerja BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan ekosistem ini diharapkan mampu menekan peredaran valas ilegal sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi regional.
“Melalui layanan money changer yang kami hadirkan, BRI memastikan seluruh transaksi valuta asing dapat dilakukan secara resmi, aman, dan terintegrasi dengan sistem perbankan. Kehadiran layanan tersebut juga diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di berbagai titik dengan aktivitas lintas negara yang tinggi,” kata Dhanny.
(Febrina Ratna Iskana)