Menurutnya, program ini juga menjadi pembeda utama industri perbankan syariah, di mana pertumbuhan laba perusahaan harus sejalan dengan kebermanfaatan sosial melalui optimalisasi zakat perusahaan.
“Semakin kuat kinerja BSI, semakin besar pula kontribusi yang bisa kami berikan kepada masyarakat. Karena itu, zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen pemberdayaan umat yang mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tuturnya.
BSI Scholarship memiliki tujuh kategori program yang dirancang spesifik sesuai kebutuhan penerima manfaat, mulai dari kategori pelajar, unggulan, inspirasi, talenta, prestasi, afirmasi hingga Talenta KIP-K BSI. Untuk kategori pelajar, program ditujukan bagi siswa SMA/sederajat berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara kategori mahasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa aktif dari kampus mitra BSI yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik serta berasal dari keluarga duafa.
Tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan dan uang saku, BSI juga membekali para awardee dengan program pengembangan kapasitas yang komprehensif. Mulai dari leadership workshop, penguatan karakter, literasi ekonomi syariah, pelatihan sosial kemasyarakatan hingga program persiapan karir bagi mahasiswa tingkat akhir agar siap bersaing di dunia kerja.
BSI juga membuka peluang lebih luas melalui akses rekrutmen pegawai di berbagai bidang sesuai kompetensi awardee. Dengan pendekatan tersebut, BSI Scholarship diharapkan tidak hanya mencetak lulusan akademik, tetapi juga melahirkan SDM unggul yang tangguh, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.