Akselerasi neraca dan profitabilitas perseroan juga didukung oleh peningkatan kapabilitas teknologi pasca-pembaruan sistem core banking pada kuartal II-2026 serta penguatan ekosistem syariah secara menyeluruh.
“Kemampuan BSI untuk melakukan akuisisi nasabah yang sangat agresif membuat dampak makro ekonomi yang berat bisa relatif berada dalam kondisi yang lebih baik,” kata Anggoro.
Di samping itu, segmen bisnis syariah lainnya turut membukukan tren positif. Dana tabungan haji tercatat mencapai sekitar Rp16,7 triliun atau naik 17,21 persen YoY. Ditambah, terdapat jumlah nasabah layanan payroll kini mencapai 1,85 juta orang dan nasabah segmen prioritas telah mendekati 80.000 orang.
"Dengan sistem yang lebih andal, efisien, dan mutakhir, BSI memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bisa melayani nasabah yang terus bertumbuh," ucap Anggoro. (Febrina Ratna Iskana)