sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun hingga Mei 2026, Ditopang Dana Murah dan Digitalisasi

Banking editor Shifa Nurhaliza Putri
07/07/2026 09:34 WIB
BSI membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun hingga Mei 2026, Ditopang Dana Murah dan Digitalisasi. (Foto: Ilustrasi)
BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun hingga Mei 2026, Ditopang Dana Murah dan Digitalisasi. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang berkualitas, transformasi digital, serta pengembangan bisnis bank emas (bullion bank).

Perseroan menilai strategi memperkuat penghimpunan dana murah melalui berbagai ekosistem syariah, yang dipadukan dengan perluasan layanan investasi emas, menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis. Pendekatan tersebut juga memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah sekaligus bullion bank.

Hingga Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun atau tumbuh 16,74 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh dominasi dana murah, dengan saldo tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35 persen dari total DPK. Alhasil, rasio Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 63,16 persen.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, pertumbuhan laba didorong oleh implementasi strategi dual license sebagai bank syariah dan bank emas yang membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat struktur pendanaan perseroan.

"Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses Tabungan BSI Emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ujar Cahyo Dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement