Sejalan dengan strategi tersebut, saldo Tabungan Haji BSI hingga Mei 2026 tumbuh 17,15 persen secara tahunan menjadi Rp6,25 triliun. Perseroan juga terus mendorong literasi perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program edukasi di sejumlah daerah.
Di sisi digital, kemudahan pembukaan rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut meningkatkan akuisisi nasabah. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital perseroan.
Penguatan dana murah dan transformasi digital tersebut memberikan ruang bagi BSI untuk memperluas fungsi intermediasi. Hingga Mei 2026, penyaluran pembiayaan tumbuh 14,60 persen (yoy) menjadi Rp335 triliun dengan fokus pada segmen konsumer dan tetap menjaga kualitas aset.
Perbaikan kualitas pembiayaan tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang turun menjadi 1,80 persen dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cahyo menambahkan, BSI akan terus memperkuat sinergi antara layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.