sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BTN (BBTN) Bidik Pembiayaan Rumah Rendah Emisi Capai 20 Ribu Unit di 2026

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
05/02/2026 09:36 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan pembiayaan rumah rendah emisi sekitar 20.000 unit pada akhir 2026.
BTN (BBTN) Bidik Pembiayaan Rumah Rendah Emisi Capai 20 Ribu Unit di 2026 (FOTO:Dok BTN)
BTN (BBTN) Bidik Pembiayaan Rumah Rendah Emisi Capai 20 Ribu Unit di 2026 (FOTO:Dok BTN)

Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai. Di antara para startup produsen material eco-friendly tersebut yakni contohnya Rebrick, Plustik, dan Green Brick yang mengumpulkan sampah plastik berupa bungkus mie instan serta sachet sabun dan sampo dan mengolahnya menjadi bahan bangunan untuk flooring, paving, dan dinding sehingga turut berkontribusi dalam pengurangan polusi atau sampah yang umumnya berasal dari rumah tangga.

“Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik. Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000 (rumah rendah emisi), kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup,” tutur Setiyo.

Salah satu upaya yang dilakukan BTN untuk mencari startup-startup potensial baru adalah melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur yang banyak menelurkan inovasi-inovasi untuk mendukung sektor perumahan. Plustik yang dibangun Reza Hasfinanda adalah contoh alumni BTN Housingpreneur tahun 2024 yang telah memulai kolaborasinya bersama para developer rumah rendah emisi melalui dukungan BTN sebagai enabler yang menjembatani kedua belah pihak.

BTN juga telah kembali menghasilkan para inovator baru melalui BTN Housingpreneur 2025 yang baru saja ditutup pada 31 Januari 2026 dengan total 1.170 submission selama gelaran berlangsung. Ajang tersebut menghasilkan 26 pemenang dari total 58 finalis yang lolos seleksi ketat oleh Dewan Juri yang berasal dari pelaku industri perumahan, akademisi, arsitek, dan manajemen BTN.

Untuk lebih mendorong lebih banyak developer terlibat dalam Program Rumah Rendah Emisi, BTN akan menstandarisasi insentif yang akan diberikan untuk developer menjadi suatu paket yang menarik. “Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya,” kata Setiyo.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement