Di sisi penyaluran kredit, BTN mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 11,9 persen menjadi Rp400,57 triliun. Sektor perumahan tetap menjadi mesin utama dengan kontribusi sebesar Rp328,4 triliun. Menariknya, produk baru pemerintah yakni Kredit Program Perumahan (KPP) yang baru meluncur Oktober 2025, langsung menyumbang Rp2,6 triliun.
“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” tutur Nixon.
Kepercayaan nasabah tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen menjadi Rp437,39 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh meledaknya penggunaan superapp Bale by BTN yang usernya tumbuh 66,1 persen menjadi 3,7 juta pengguna. Nilai transaksi melalui aplikasi ini pun menembus angka Rp103,6 triliun.
Nixon menekankan bahwa Bale bukan sekadar aplikasi perbankan, melainkan ekosistem solusi keuangan bagi keluarga. Dia menyebut, nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah.
"Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)