"Kita baru masukin RBB, tapi belum presentasi, lagi minta waktu Danantara. (Targetnya) tahun ini," kata Nixon.
Rencana akuisisi asuransi ini sejalan dengan ambisi BTN untuk membentuk ekosistem keuangan yang lebih komprehensif. Berdasarkan dokumen rencana bisnis perusahaan, BTN telah menyiapkan dua aksi korporasi besar yang ditargetkan rampung pada semester II-2026.
Pertama, pendirian atau akuisisi entitas asuransi dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar. Fokus utamanya adalah menyediakan asuransi kerugian dan penjaminan kredit yang terintegrasi dengan produk KPR. Kedua, penyiapan investasi besar berkisar Rp3-Rp5 triliun untuk mendirikan perusahaan pembiayaan (multifinance).
Langkah-langkah ini diprediksi akan menjadi pendongkrak utama target laba bersih BTN yang dibidik tumbuh agresif di level 20–22 persen pada tahun 2026.
(Rahmat Fiansyah)