IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat pertumbuhan kredit 9,30 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp341,45 triliun per Januari 2026.
Aset perseroan juga tumbuh 12,26 persen yoy menjadi Rp448,34 triliun per Januari 2026. Dikutip dari laporan keuangan bulanan per Januari 2026 Rabu (25/2/2026), emiten BUMN ini mencetak pertumbuhan laba bersih mencapai 578 persen yoy ke posisi Rp230 miliar atau naik dari Rp34 miliar pada Januari 2025.
Peningkatan laba bersih ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 17,08 persen yoy. Selain itu, BTN juga berhasil menekan beban bunga sehingga turun 14,5 persen yoy.
"Dengan strategi tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 79,46 persen yoy," tutur Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.
Per Januari 2026, BTN juga mencatatkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,52 persen yoy menjadi Rp362,77 triliun. Nixon pun opmistis pada akhir tahun ini perseroan akan mencetak kenaikan laba bersih hingga 22 persen. Keberanian tersebut ditegaskan sejalan dengan kondisi neraca perusahaan yang semakin sehat berkat strategi beyond KPR, superapps, hingga transformasi di berbagai lini bisnis.
“Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan,” ujar Nixon.
(kunthi fahmar sandy)