Dari sisi kinerja, BWS membukukan laba bersih sebesar Rp594,09 miliar pada Semester I-2026, meningkat dari Rp82,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasional juga naik menjadi Rp233,80 miliar dari sebelumnya Rp110,11 miliar.
Sementara itu, penyaluran kredit BWS tercatat sebesar Rp40,34 triliun hingga akhir Juni 2026. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai Rp29,46 triliun.
Dari sisi likuiditas, BWS mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 235,83 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 108,82 persen. Kedua indikator tersebut masing-masing meningkat dari 140,30 persen dan 105,47 persen pada Juni 2025.
Analis Ajaib Sekuritas, Alvin Timothy, menilai CAR yang tinggi memberikan bantalan bagi BWS dalam menghadapi potensi tekanan sekaligus menjalankan strategi bisnis secara lebih terukur.
Kekuatan modal juga dinilai dapat mendukung fleksibilitas perseroan dalam mengelola pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan kebutuhan likuiditas.