Menurut dia, posisi permodalan tersebut menjadi semakin relevan ketika kondisi ekonomi dan pasar keuangan masih bergerak dinamis.
Namun, kekuatan modal tetap perlu disertai penerapan manajemen risiko yang konsisten agar pertumbuhan bisnis tidak meningkatkan profil risiko secara berlebihan.
“CAR BWS yang berada di atas rata-rata industri memberikan ruang bagi perseroan untuk menyerap potensi risiko sekaligus menjaga kesinambungan bisnis. Dengan dukungan modal inti yang kuat, BWS memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan usaha secara selektif, tetapi penyaluran kredit, kualitas aset, dan likuiditas tetap harus dikelola secara disiplin agar pertumbuhan yang dihasilkan tetap sehat,” ujarnya. (Aldo Fernando)