AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

contoh money laundering

BANKING
Mohammad Yan Yusuf
Senin, 04 April 2022 11:47 WIB
Beberapa contoh money laundering ini merupakan cara sebagian orang menyimpan uang. Mereka kemudian menyimpan dengan melakukan berbagai cara. 
Tiga Contoh Money Laundering yang Kerap Dilakukan Banyak Orang. (Foto : MNC Media)
Tiga Contoh Money Laundering yang Kerap Dilakukan Banyak Orang. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Beberapa contoh money laundering ini merupakan cara sebagian orang menyimpan uang. Mereka kemudian menyimpan dengan melakukan berbagai cara. 

Seperti membuat rekening palsu di bank merupakan sekian contoh money laundering yang kerap terjadi saat ini dan kerap dilakukan banyak orang. 

Lalu apa saja contoh money laundering? Simak penjelasannya. 

1. Lewat Banyak Nama di Bank

Pembuatan rekening lebih dari satu di perbankan bisa menjadi indikasi money laundering. Cara ini dilakukan beberapa orang untuk membagikan uangnya agar tidak di curigai. 

Mengenai pembuatan rekening fiktif ini, yang di benak kita biasanya adalah salah satu rekening yang dibuat si pelaku pencucian uang adalah rekening 'normal'-nya yang ia lakukan sehari-hari. 

Padahal sebenarnya, kasus pencucian uang atau money laundering lewat meminjam banyak nama dalam bank tidak semudah itu. Bahkan bisa jadi, semua rekening pelaku digunakan untuk saling 'mencuci' uang.

Umumnya, para pelaku memindah-mindahkan deposito fiktif dari satu rekening ke rekening lainnya lalu membuat semacam tempat penyimpanan palsu untuk menyembunyikan transaksi antar rekening. 

Tapi ada pula cara lebih pintar dengan menggunakan transaksi valuta asing atau dokumen semacam letter of credit, di mana cara ini biasanya sering dipakai pelaku yang memiliki rekening bank fiktif asal luar negeri.

2. Transaksi Online Fiktif

Dari semua transaksi, cara online fiktif merupakan cara paling rentan dengan money laundering. Pengamanan transaksi yang lemah di e commerce di manfaatkan beberapa pelaku untuk melakukan pencucian uang. 

Mereka umumnya memanfaatkan kesempatan membaca kebutuhan pasar online, misal dalam sebuah situs belanja online, produk terlaris adalah pakaian. 

Pada cara ini, pelaku akan membuat iklan tiruan dari penjual asli pakaian tersebut, di mana pakaian yang ada memiliki bentuk, deskripsi, dan harga yang sama persis. Masih berkaitan dengan rekening bank, bisa saja pelaku pencucian uang mengaku bahwa ia masih satu saudara dengan si penjual asli. 

Supaya lebih meyakinkan, ketika kita memeriksa akun media sosialnya, kita mendapati dirinya dan penjual asli terhubung di Facebook dalam status bersaudara dan saat melihat percakapan mereka memang begitu akrab dan ada foto bersama pula (padahal itu trik Photoshop tingkat dewa, hanya mata kita yang tertipu saat melihatnya).

Trik lainnya digunakan dalam ini adalah menggunakan 2 rekening atau lebih untuk mengelabui korban. Karena rekeningnya berbeda (dan gaya bicara saat sedang melakukan tawar-menawar juga berbeda jauh), kita pun yakin dua orang yang sama itu adalah orang yang berbeda, tanpa sadar bahwa sebenarnya orang tersebut mengambil keuntungan dari kegiatan money laundering lewat transaksi online fiktif yang dilakukan.

3. Struktur Direksi dan Aspek Perpajakan Perusahaan

Dalam kriminalitas, kejahatan terkait dengan perusahaan hampir selalu merupakan kejahatan tingkat rumit. Semakin rumit bila aktivitas perusahaan tersebut terbagi atas dalam dan luar negeri.

Dalam hal money laundering, jajaran direksi dan aspek perpajakan merupakan dua aspek yang paling rentan akan kejadian pencucian uang.

Misalnya, direksi dan pemegang saham yang namanya sama pada dua atau lebih perusahaan akan berisiko lebih tinggi untuk melakukan money laundering, karena direksi dan pemegang saham yang sama persis dapat melakukan apapun soal keuangan perusahaan yang mereka sukai, termasuk membeli saham perusahaan di perusahaan mereka sendiri, namun di negara lain dan lewat metode electronic transfer fund untuk menyamarkan tindak pencucian uang mereka.

Tentunya cara ini untuk menghindari pajak, di mana negara tax haven selalu menjadi umpan. Perusahaan di negara tax haven mengekspor barang ke negara asal yang pajaknya lebih tinggi, di saat yang sama juga menjual barang dagangan dengan harga mahal, sehingga menyebabkan invoice ganda yang dihasilkan dan pada akhirnya invoice ganda ini menjadi pencetus awal kejadian pencucian uang atau money laundering.

Itulah contoh money laundering yang bisa menambah wawasan Anda. Semoga artikel ini tidak disalahgunakan oleh Anda.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD