AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Dana Kelola Haji Rp158 Triliun, Ini Alasan BPKH Investasi ke Bank Muamalat

BANKING
Widya Michella
Selasa, 04 Januari 2022 14:14 WIB
Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyampaikan akan melaporkan soal pengelolaan dana haji tahun 2022 dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan.
Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyampaikan akan melaporkan soal pengelolaan dana haji tahun 2022 dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan. (Foto: BPKH.go.id)
Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyampaikan akan melaporkan soal pengelolaan dana haji tahun 2022 dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan. (Foto: BPKH.go.id)

IDXChannel - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu menyampaikan akan melaporkan soal pengelolaan dana haji tahun 2022 dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) pada Minggu depan. 

"Masalah kinerja BPKH nanti akan direncanakan Minggu depan. Setelah selesai laporan keuangan, kita akan segera sampaikan ke publik sebagai bagian dari keterbukaan informasi,"kata Anggito dalam konferensi persnya di Menara Bidakara 1,Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Sebelumnya, Anggito memperkirakan Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan BPKH kini mencapai Rp 158 triliun. Sehingga salah satu strategi untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, BPKH akan melakukan investasi terhadap Bank Muamalat Indonesia (BMI) senilai Rp1 triliun melalui penambahan saham lewat skema Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue dan pembelian instrumen subordinasi BMI senilai Rp 2 triliun.

"Pertama prosesnya adalah  penyehatan PMHMETD dikeluarkan dan dikelola oleh BPKH. Investasi BPKH kepada bank yang sehat, setelah itu kita injeksi untuk penyertaan saham 1 triliun melalui right issue, Insya Allah 7 Januari untuk alokasinya. Kedua membeli instrumen subordinasi dari BMI senilai 2 triliun jadi totalnya 3 triliun,"kata dia.

Selain itu, BPKH resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) menjadi 78,45% melalui hibah dari para pemegang saham pengendali (PSP).

"Yakni sebanyak 7.903.112.181 saham atau setara dengan 77,42 persen. Dengan demikian, total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat naik menjadi 78,45 persen," ujar Anggito.

Melalui kepemilikan pada BMI, yang merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) terbesar kedua, BPKH akan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak calon-calon jemaah haji.

"BMI juga memiliki jaringan dan branding yang kuat pada sektor perhajian dan umrah, pembiayaan UMKM, serta pasar konsumen muslim,"ujar dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD