Instrumen investasi digital tersebut dirancang dalam bentuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) digital yang nilainya dijamin oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebagai aset dasarnya. Dengan adanya benchmark berbasis SBN, Dicky berharap ekosistem aset digital di Indonesia dapat berkembang lebih sehat, transparan, dan tetap berada dalam koridor stabilitas sistem keuangan nasional.
"Kami akan terus lakukan uji coba dalam bentuk digital SRBI, sebuah instrumen aset keuangan digital yang di-backup oleh SBN,” kata dia.
Pemilihan SBN sebagai dasar aset dinilai penting karena SBN merupakan aset bebas risiko (risk free) yang selama ini menjadi acuan utama di pasar keuangan.
"Karena itu benchmark dari risk free financial asset. Kalau benchmark-nya sudah ada, maka instrumen lain bisa mengikuti," kata dia.
(NIA DEVIYANA)