AALI
8800
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4400
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
318
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
99
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1560
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
398
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.95
-1.1%
-5.96
IHSG
7088.59
-1.25%
-89.99
LQ45
1014.11
-1.12%
-11.53
HSI
17729.59
-1.14%
-203.68
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Direstui Pemegang Saham, Bank Neo Siap Terbitkan Right Issue Lima Miliar Saham

BANKING
Cahya Puteri Abdi Rabbi
Minggu, 24 Juli 2022 01:41 WIB
dana hasil rights issue nantinya bakal digunakan untuk memperkuat modal inti, serta untuk modal kerja pengembangan usaha perseroan.
Direstui Pemegang Saham, Bank Neo Siap Terbitkan Right Issue Lima Miliar Saham (foto: MNC Media)
Direstui Pemegang Saham, Bank Neo Siap Terbitkan Right Issue Lima Miliar Saham (foto: MNC Media)

IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pada Kamis (21/7/2022) menyetujui pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias right issue.

"Menyetujui perseroan untuk melakukan rights issue sebanyak-banyaknya lima miliar lembar saham," tulis manajemen BBYB dalam keterangan resmi perusahaan, Sabtu (23/7/2022).

Rencananya, dana hasil rights issue nantinya bakal digunakan untuk memperkuat modal inti, serta untuk modal kerja pengembangan usaha perseroan berupa penyaluran kredit dan kegiatan operasional perbankan lainnya.

Dalam RUPST, para pemegang saham juga sepakat untuk tidak membagikam dividen tunai tahun buku 2021. Sepanjang 2021, perseroan total nilai aset perseroan sebesar Rp11,33 triliun atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,42 triliun.

Sementara itu, BBYB juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 106,02 persen pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp8,12 triliun, dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,94 triliun.

Sepanjang tahun lalu, perseroan senantiasa fokus pada penerapan praktek tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance sesuai rencana yang telah disusun. Perseroan juga melakukan optimalisasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab organ GCG berdasarkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD