"Dan saya harapkan ini bisa diteruskan, digalakkan. Mudah-mudahan UMKM yang sekarang ini sudah menggunakan QRIS kurang lebih 422.000 ini volumenya bisa lebih besar," kata dia.
Untuk mendorong peningkatan transaksi digital, Pramono mengaku telah meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan program kompetisi digitalisasi di pasar-pasar.
"Saya sudah meminta kepada Dinas UMKM, kepada Ibu Asisten Keuangan Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan lomba menggunakan digitalisasi yang ada di pasar-pasar yang ada di Jakarta ini. Karena saya yakin dengan dilombakan pasarnya, dilombakan banknya, pasti transaksinya akan menjadi lebih besar," kata Pramono.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, optimistis penggunaan QRIS di Jakarta akan terus meningkat pada tahun depan.
Menurut dia, pembayaran digital berbasis QRIS kini telah digunakan secara luas, mulai dari pasar, pusat pertokoan, hingga sektor perhotelan.
Meski belum dapat memproyeksikan besaran kenaikannya, BI mencatat kontribusi transaksi QRIS Jakarta pada tahun lalu mencapai rekor 38 persen dari total transaksi nasional.
"Saya meyakini karena Jakarta hampir semua transaksi di pasar, 153 pasar, kemudian di pertokoan dan perhotelan dan sebagainya sekarang ini semuanya sudah pakai QRIS, saya yakin pasti akan meningkat," kata Iwan.
(Nur Ichsan Yuniarto)