sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DPK Tumbuh 11 Persen, Aset Bank QNB Indonesia Capai Rp13,2 Triliun

Banking editor Shifa Nurhaliza Putri
01/04/2026 16:24 WIB
Per 31 Desember 2025, Bank QNB Indonesia mencatat pertumbuhan kredit bersih sebesar 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
DPK Tumbuh 11 Persen, Aset Bank QNB Indonesia Capai Rp13,2 Triliun. (Foto: Ilustrasi)
DPK Tumbuh 11 Persen, Aset Bank QNB Indonesia Capai Rp13,2 Triliun. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Bank QNB Indonesia Tbk melaporkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, didukung pertumbuhan kredit yang kuat serta perbaikan kualitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene, mengatakan capaian kinerja tersebut mencerminkan ketangguhan model bisnis perseroan serta kemajuan dalam memperkuat fundamental bank.

“Kinerja Bank di 2025 mencerminkan ketangguhan model bisnis kami serta kemajuan yang telah dicapai dalam memperkuat fundamental Bank. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik, kami terus menjaga pertumbuhan yang disiplin dengan memastikan kualitas aset dan likuiditas tetap kuat,” ujar Nick dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (1/4/2026)

Per 31 Desember 2025, Bank QNB Indonesia mencatat pertumbuhan kredit bersih sebesar 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), jauh melampaui pertumbuhan kredit industri yang berada di kisaran 9,6 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh segmen korporasi dan institusi.

Adapun sektor yang menjadi pendorong utama penyaluran kredit antara lain informasi dan komunikasi, manufaktur, serta jasa keuangan dan asuransi, yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam upaya mendorong praktik keuangan berkelanjutan, Bank QNB Indonesia juga berhasil menyalurkan kredit berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk pertama kalinya, yang menjadi langkah penting dalam mendukung bisnis yang bertanggung jawab di Indonesia.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 11 persen secara tahunan, sejalan dengan peningkatan aktivitas intermediasi bank. Pencapaian tersebut turut mendorong total aset Bank QNB Indonesia menjadi Rp13,2 triliun, naik sekitar 3 persen YoY dari posisi Rp12,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto turun menjadi 2,2 persen, dari sebelumnya 2,7 persen pada 2024. Penurunan ini diikuti dengan berkurangnya beban provisi, mencerminkan pengelolaan risiko yang lebih efektif.

Di sisi likuiditas dan permodalan, perseroan mempertahankan posisi yang kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 119,95 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 140,40 persen, keduanya berada di atas ketentuan minimum regulator sebesar 100 persen.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement