Pada awal 2026, banyak bank sentral diperkirakan memangkas suku bunga, kini pelaku pasar justru mulai memperkirakan arah kebijakan yang lebih ketat.
Adapun keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan menandai kenaikan suku bunga pertama ECB dalam hampir tiga tahun terakhir.
Bank sentral kawasan euro menilai, gejolak harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan mengubah prospek ekonomi dalam jangka menengah.
Lonjakan harga energi dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global, termasuk penutupan berkepanjangan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di selatan Iran yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Tekanan tersebut mulai tercermin pada inflasi kawasan euro yang kini berada di atas 3 persen, melampaui target ECB sebesar 2 persen.