Analis ING Group menilai, ECB berupaya menunjukkan respons yang lebih cepat dalam menghadapi ancaman inflasi agar tidak mengulangi keterlambatan kebijakan seperti yang terjadi saat gelombang inflasi pada 2021 dan 2022.
"Secara resmi, kenaikan suku bunga ini merupakan langkah antisipatif untuk tetap berada di depan kurva inflasi. Namun secara tidak resmi, ECB tampaknya juga masih dibayangi pengalaman masa lalu saat menghadapi lonjakan harga," tulis analis ING dalam risetnya.
Bersamaan dengan keputusan tersebut, ECB juga merevisi naik proyeksi inflasi kawasan euro. Inflasi diperkirakan mencapai rata-rata 3 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 2,6 persen.
Untuk 2027, inflasi diperkirakan berada di level 2,3 persen, naik dari estimasi sebelumnya 2 persen. Sementara pada 2028, inflasi diproyeksikan sebesar 2 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya 2,1 persen.
Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi kawasan euro justru mengalami penurunan. ECB memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 0,8 persen pada tahun ini dari sebelumnya 0,9 persen.
(DESI ANGRIANI)