AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Erick Thohir: Restrukturisasi Kredit oleh Bank Himbara Capai Rp470 Triliun

BANKING
Suparjo Ramalan
Jum'at, 30 Juli 2021 17:00 WIB
Kementerian BUMN mencatat nilai restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan korporasi swasta mencapai Rp 470 triliun.
Kementerian BUMN mencatat nilai restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah dan korporasi mencapai Rp 470 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN mencatat nilai restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan korporasi swasta mencapai Rp 470 triliun. Program tersebut dijalankan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak 2020 lalu. 

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, program restrukturisasi penting dilakukan untuk mendorong kinerja kedua jenis pelaku usaha itu di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. 

Harapannya, restrukturisasi kredit menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebab, UMKM dan koperasi menjadi tulang punggung penggerak ekonomi makro Indonesia. 


"Kita kemarin merestrukturisasi secara besar-besaran yang namanya korporasi dan UMKM yang nilainya hampir Rp 470 triliun, karena kita tahu, terlepas dari pemerintah, terlepas dari BUMN, ingat roda perekonomian kita ada dua (UMKM dan korporasi) yang terpenting," ujar Erick, Jumat (30/7/2021). 


Secara agregat, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memutuskan memperpanjang restrukturisasi kredit perbankan dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.
Kebijakan itu dinilai membantu perbankan mengurangi risiko kredit selama krisis pandemi Covid-19 di masa pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dalam kesempatan itu, Erick juga mencatat, nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2021 yang ditugaskan pemerintah kepada bank pelat merah mencapai 92 persen dari target sebesar Rp253 triliun. 

"Belum lagi penugasan di KUR, KUR ini sekarang, tahun ini Rp 253 triliun, kalau tidak salah angkanya 92 persen distribusi KUR itu dari bank-bank Himbara. Nah, hal-hal ini yang kita lihat kenapa tadi, bagaimana kita memastikan tadi, secara bisnis, dunia usaha sebagai ekosistem tetap kita dukung dengan baik dan kita coba menekan pengurangan pegawai," katanya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD