IDXChannel - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BBRI sepanjang 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp18,66 triliun di tengah pandemi karena fundamental yang kuat. Angka itu mengalami penurunan signifikan 45,70 persen dari laba bersih 2019 sebesar Rp 34,37 triliun.
"Laba (BBRI) ini kalau dibanding tahun lalu pasti turun bahkan ada satu bulan kita tidak bukukan laba sama sekali ketika alokasikan sumber daya seluruhnya untuk restrukturisasi melakukan penyelamatan nasabah utama kita yakni UMKM. Alhamdulillah restrukturisasi sudah dilakukan dan tren turun," ujar Direktur Utama BRI Sunarso,. virtual Jumat (29/1/2021).
Hingga akhir Desember 2020, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 938,37 atau tumbuh 3,89 persen dari tahun ke tahun atau tahunan. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di kisaran minus 1-2 persen.
Kredit tercatat mikro BRI tumbuh dua digit sebesar 14,18 persen, kredit kecil dan menengah tumbuh 3,88 persen dan kredit konsumer tumbuh 2,26 persen. Kinerja positif tersebut meningkatkan pada peningkatan porsi atau portofolio kredit UMKM BRI yang memantau angka 82,13 persen dari total seluruh kredit BRI.
“Tantangannya sekarang adalah mencari sumber pertumbuhan baru. Strateginya yakni BRI akan fokus di dua area, pertama, yang ada kita naik kelas kan. Kedua, cari sumber pertumbuhan baru, yaitu mencari yang lebih kecil memberdayakan mikro, ”kata dia.