Pertumbuhan kredit BRI Group mampu diiringi dengan perbaikan kualitas yang sehat dan terjaga, hal ini ditunjukkan dengan rasio NPL BRI Group yang tercatat 2,99 persen dengan NPL Coverage mencapai 237,73 persen. Besarnya pencadangan ini merupakan bentuk strategi perseroan untuk menjaga kinerjanya agar terus tumbuh secara berkelanjutan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik.
Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh sebesar 9,78 persen menjadi Rp.1.121,10 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 59,67 persen.
Kuatnya fundamental membuat perseroan mencatatkan laba sebesar Rp 18,66 triliun atau meningkat sebesar 14,02 persen (QoQ) jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2020 dan aset mencapai Rp.1.511,81 triliun pada akhir Desember 2020. Kondisi permodalan BRI dengan CAR berada di di tingkat 21,17 persen. ( RAMA )