Rano menjelaskan bahwa program digitalisasi pasar inklusif tidak bisa hanya berhenti pada gelaran kegiatan dalam satu-dua hari saja, melainkan harus terus dijalankan secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, seluruh pihak perlu memastikan layanan keuangan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para pedagang secara berkelanjutan.
"Pendampingan dan pemberdayaan pedagang juga harus terus dilakukan agar akses keuangan dapat membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik, memperluas peluang pembiayaan, dan meningkatkan daya saing," ujar Rano.
Karenanya, Rano mengapresiasi atas peran aktif Bank Jakarta dalam penyelenggaraan beragam acara berkonsep pasar rakyat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Seperti halnya dalam penyelenggaraan Jakarta Financial Festival 2026, di mana Bank Jakarta tercatat sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) teraktif dalam mendorong literasi keuangan, yang selanjutnya diganjar lewat Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0.