Di sisi daya beli, konsumsi rumah tangga mencatatkan moderasi terukur. Mandiri Spending Index mencatat pertumbuhan sebesar 6,1 persen YoY pada kuartal II-2026 dan berada di level 5,8 persen YoY untuk periode Juli–Agustus 2026.
Stabilitas ini turut didukung oleh inflasi Agustus 2026 yang terjaga di level 3,19 persen YoY, masih berada di dalam koridor target Bank Indonesia sebesar 1,5 plus minus 1 persen.
Dari sektor eksternal, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) membaik signifikan dengan defisit sebesar USD 0,9 miliar pada kuartal II-2026, turun drastis dibandingkan defisit USD9,1 miliar pada triwulan sebelumnya.
Pelebaran defisit transaksi berjalan akibat tingginya impor energi berhasil diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial sebesar USD12 miliar yang didorong oleh derasnya aliran masuk investasi langsung dan portofolio. Hal ini turut memperkuat nilai tukar rupiah yang mencatatkan apresiasi 1,56 persen di akhir Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Sektor perbankan nasional juga terus menunjukkan fundamental yang kokoh. Pertumbuhan kredit industri pada Juli 2026 terakselerasi hingga 13,58 persen YoY, dipicu oleh pembiayaan ke sektor-sektor produktif khususnya kredit investasi.