Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) per Juni 2026 tumbuh 10,21 persen YoY, yang mendorong Loan to Deposit Ratio (LDR) industri naik ke level 88 persen.
Dalam menyikapi kondisi tersebut, Bank Mandiri berhasil membukukan kinerja di atas rata-rata industri. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit bank-only Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen YoY, melampaui pertumbuhan industri yang sebesar 12,7 persen YoY. Pertumbuhan DPK bank-only juga mencatatkan kenaikan 17,1 persen YoY menjadi Rp1.710 triliun.
Kinerja intermediasi yang solid ini mendorong pendapatan perseroan tumbuh 10,3 persen YoY, dengan perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun atau melejit 24,4 persen YoY sepanjang semester I/2026.
"Bagi Bank Mandiri sendiri, fokus kami tetap konsisten, yaitu menjaga fundamental dan juga likuiditas yang sehat, memperkuat kualitas aset serta menangkap peluang pertumbuhan melalui pembiayaan yang prudent dan berorientasi pada sektor-sektor produktif," kata Ari.
(NIA DEVIYANA)