sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Geopolitik Masih Memanas, Bank Mandiri Optimistis Ekonomi RI Semester II-2026 Resilien

Banking editor Anggie Ariesta
03/09/2026 16:57 WIB
Meski menghadapi dinamika global yang ketat, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid.
Geopolitik Masih Memanas, Bank Mandiri Optimistis Ekonomi RI Semester II-2026 Resilien. Foto: iNews Media Group.
Geopolitik Masih Memanas, Bank Mandiri Optimistis Ekonomi RI Semester II-2026 Resilien. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menilai perekonomian global pada paruh kedua 2026 masih diselimuti ketidakpastian yang relatif tinggi. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah terus memicu volatilitas harga energi serta fluktuasi pasar keuangan dunia.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, mengatakan lonjakan harga minyak Brent yang kembali berada di kisaran USD90 per barel pada akhir Agustus, serta imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang menyentuh 4,7 persen mengindikasikan kuatnya tekanan inflasi global.

"Kondisi tersebut menyebabkan ekspektasi terhadap kenaikan Fed Fund Rate itu kembali menguat, sehingga memang tantangan volatilitas pasar keuangan global khususnya ke depan masih cukup tinggi," ujar Ari dalam Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 Indonesia Economic Outlook, Kamis (3/9/2026).

Meski menghadapi dinamika global yang ketat, Ari menekankan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid

Pada kuartal II-2026, ekonomi nasional mampu tumbuh 5,29 persen secara tahunan (YoY), sehingga pertumbuhan kumulatif semester I-2026 mencapai 5,45 persen. Capaian ini terutama ditopang permintaan domestik, investasi, dan konsumsi pemerintah yang melonjak 15,97 persen YoY pada kuartal II-2026, sejalan dengan percepatan belanja-belanja prioritas.

Di sisi daya beli, konsumsi rumah tangga mencatatkan moderasi terukur. Mandiri Spending Index mencatat pertumbuhan sebesar 6,1 persen YoY pada kuartal II-2026 dan berada di level 5,8 persen YoY untuk periode Juli–Agustus 2026. 

Stabilitas ini turut didukung oleh inflasi Agustus 2026 yang terjaga di level 3,19 persen YoY, masih berada di dalam koridor target Bank Indonesia sebesar 1,5 plus minus 1 persen.

Dari sektor eksternal, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) membaik signifikan dengan defisit sebesar USD 0,9 miliar pada kuartal II-2026, turun drastis dibandingkan defisit USD9,1 miliar pada triwulan sebelumnya. 

Pelebaran defisit transaksi berjalan akibat tingginya impor energi berhasil diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial sebesar USD12 miliar yang didorong oleh derasnya aliran masuk investasi langsung dan portofolio. Hal ini turut memperkuat nilai tukar rupiah yang mencatatkan apresiasi 1,56 persen di akhir Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.

Sektor perbankan nasional juga terus menunjukkan fundamental yang kokoh. Pertumbuhan kredit industri pada Juli 2026 terakselerasi hingga 13,58 persen YoY, dipicu oleh pembiayaan ke sektor-sektor produktif khususnya kredit investasi. 

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) per Juni 2026 tumbuh 10,21 persen YoY, yang mendorong Loan to Deposit Ratio (LDR) industri naik ke level 88 persen.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Bank Mandiri berhasil membukukan kinerja di atas rata-rata industri. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit bank-only Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen YoY, melampaui pertumbuhan industri yang sebesar 12,7 persen YoY. Pertumbuhan DPK bank-only juga mencatatkan kenaikan 17,1 persen YoY menjadi Rp1.710 triliun. 

Kinerja intermediasi yang solid ini mendorong pendapatan perseroan tumbuh 10,3 persen YoY, dengan perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun atau melejit 24,4 persen YoY sepanjang semester I/2026.

"Bagi Bank Mandiri sendiri, fokus kami tetap konsisten, yaitu menjaga fundamental dan juga likuiditas yang sehat, memperkuat kualitas aset serta menangkap peluang pertumbuhan melalui pembiayaan yang prudent dan berorientasi pada sektor-sektor produktif," kata Ari.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement