AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Hingga Agustus 2021, Mandiri (BMRI) Salurkan Pembiayaan UMKM Capai Rp114,58 Triliun

BANKING
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 13 Oktober 2021 16:41 WIB
Hingga akhir Agustus Bank Mandiri (BMRI) telah menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM hingga Rp114,58 triliun.
Hingga Agustus 2021, Mandiri (BMRI) Salurkan Pembiayaan UMKM Capai Rp114,58 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Hingga akhir Agustus Bank Mandiri (BMRI) telah menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM hingga Rp114,58 triliun. 

Menurut SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso, nilai tersebut tumbuh 18,52% dari periode yang sama tahun lalu. Dari nilai tersebut, penyaluran pembiayaan yang dilakukan secara online telah mencapai Rp22,9 miliar, yang diberikan kepada seller online mitra e-commerce

Josephus menambahkan saat ini dunia digital terus bergerak ke arah yang semakin canggih, untuk itu pelaku usaha secara aktif perlu menambah ilmu dan wawasan agar tak ketinggalan atau kalah saing.  Apalagi, potensi ekonomi digital di Indonesia dinilai masih sangat besar. 

"Perkembangan digital yang pesat dan masif harus disambut sebagai momentum untuk beradaptasi agar bisnis dapat tumbuh lebih cepat dan mampu bersaing, meski masih dibayangi pandemi. Kami berharap UMKM bisa bangkit dan naik kelas agar bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekonomi," ujar Josephus, pada keterangan tertulis yang diterima MNC Portal, Rabu (13/10/2021). 

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM yang sudah onboarding ke dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta atau 24,9% dari total pelaku UMKM yang sekitar 65 juta unit.  

Jumlah ini meningkat signifikan selama pandemi Covid-19, sebelum pandemi Covid-19 pelaku UMKM yang terhubung dalam platform digital baru sebanyak 8 juta UMKM.  

Hal ini sesuai dengan rencana pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital pada tahun 2024 nanti. Untuk itu perlu dilakukan terobosan dan inovasi untuk mengembangkan UMKM dalam negeri agar bisa bersaing. Salah satunya adalah dengan upaya digitalisasi.  

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga berkomitmen untuk bersama-sama mendorong UMKM di Indonesia agar semakin digital dan naik kelas. 

Menurutnya, setiap perubahan yang terjadi di platform e-commerce member kami tentu jadi bisa langsung disosialisasikan ke pelaku usaha untuk segera menyesuaikan strategi pemasarannya.  

"Karena dunia e-commerce yang merupakan bagian industri digital juga terus berkembang menemukan bentuk terbaiknya.” sambung Bima. 

Hasil survei dari Google dan Temasek mencatat, ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun. Sedangkan hasil survei Bank Indonesia pada 2020 mencatat nilai transaksi ekonomi digital melalui e-commerce mencapai Rp 253 triliun pada 2024.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD