AALI
9900
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1580
ACES
1265
ACST
242
ACST-R
0
ADES
3010
ADHI
1065
ADMF
7825
ADMG
199
ADRO
1940
AGAR
328
AGII
1500
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1065
AKRA
4310
AKSI
398
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.16
0.08%
+0.42
IHSG
6617.67
0.21%
+13.87
LQ45
945.69
0.01%
+0.10
HSI
24234.29
0.99%
+237.42
N225
28775.38
-0.3%
-85.24
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Dorong Industri Logistik, Mandiri (BMRI) Kembangkan Platform NLE Ditjen Bea Cukai

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 11 Oktober 2021 18:09 WIB
BMRI berkeinginan mendorong industri logistik nasional agar dapat terus mendukung kinerja sektor perdagangan dan meningkatkan penerimaan negara.
Dorong Industri Logistik, Mandiri (BMRI) Kembangkan Platform NLE Ditjen Bea Cukai (FOTO:MNC Media)
Dorong Industri Logistik, Mandiri (BMRI) Kembangkan Platform NLE Ditjen Bea Cukai (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Mandiri Tbk berkeinginan mendorong industri logistik nasional agar dapat terus mendukung kinerja sektor perdagangan dan meningkatkan penerimaan negara. 

Untuk itu, Bank Mandiri menyiapkan layanan jasa perbankan berbasis IT dan terintegrasi dengan platform National Logistic Ecosystem (NLE) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea & Cukai Kementerian Keuangan RI. 

NLE sendiri merupakan realisasi arahan Presiden Jokowi melalui Perpres No. 5 Tahun 2020 Tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Sebagai platform logistik, NLE bertujuan untuk mendukung simplifikasi proses logistik yang berdampak pada percepatan layanan serta efisiensi biaya. 

Integrasi sistem antara platform NLE dengan Bank Mandiri ini memanfaatkan layanan Virtual Account Biller yang dikombinasikan dengan Mandiri Virtual Account (MVA) dalam pengelolaan keuangan, baik proses identifikasi transaksi logistik, pembayaran dan proses disbursement. 

Inisiatif ini akan menghasilkan data keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung penataan ekosistem logistik nasional yang kontinyu, aksesibel, efektif dan akuntabel. 

Adapun Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Askolani dan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta, Senin (11/10). 

Menurut Darmawan, Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan transaksi finansial logistik kepada para pelaku usaha, dalam hal ini eksportir/importir, maupun perusahaan logistik (service provider). 

“Kerjasama ini juga sejalan dengan keinginan dan komitmen dukungan Bank Mandiri selama ini kepada visi, misi dan strategi Dirjen Bea & Cukai dalam penataan ekosistem logistik nasional serta bagian dari program BUMN Untuk Indonesia,” kata Darmawan. 

Dia melanjutkan, sinergi Bank Mandiri dengan Direktorat Jenderal Bea & Cukai telah dimulai sejak 2016 dengan inisiasi pemanfaatan mini ATM untuk meningkatkan transaksi pembayaran kepabeanan dan cukai. 

Lalu pada 2019, dilanjutkan dengan pengembangan integrasi Inquiry ID Billing Bea Cukai menggunakan NPWP yang dapat diakses melalui Mandiri Cash Management. Kedua inisiatf tersebut diharapkan dapat mendorong program transformasi digital di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia serta mengoptimalkan penerimaan negara dari layanan Kepabeanan dan Cukai. 

“Ke depan, kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan baik ini kiranya dapat terus dilanjutkan sejalan dengan transformasi digital yang tengah dilakukan Bank Mandiri dan juga inovasi Ditjen Bea Cukai dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, guna meningkatkan kualitas SDM dan menaikkan penerimaan negara dari Kepabeanan dan Cukai,” tutup Darmawan.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD