Secara keseluruhan, total pendapatan premi industri asuransi jiwa (unweighted) tumbuh 8,2 persen menjadi Rp94,75 triliun, sementara secara weighted tercatat relatif stabil di level Rp58,06 triliun atau turun tipis 0,8 persen.
Laju ekspansi bisnis baru secara menyeluruh turut mencerminkan tingginya animo masyarakat dalam mencari instrumen proteksi yang selaras dengan rencana keuangan mereka. Peningkatan penetrasi pasar tersebut dibuktikan oleh pertumbuhan premi baru baik pada penghitungan weighted maupun unweighted.
"Premi bisnis baru secara weighted mencapai Rp21,06 triliun atau tumbuh 11,5 persen, sementara secara unweighted mencapai Rp57,75 triliun dengan pertumbuhan 20,5 persen. Pertumbuhan bisnis baru ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap perlindungan baru tetap tumbuh dan masyarakat masih mencari solusi asuransi yang sesuai dengan kondisi serta tujuan finansialnya," kata Albertus.
Dari sisi produk, pertumbuhan premi terjadi pada seluruh lini. Produk tradisional mencatatkan total premi Rp59,03 triliun (naik 6,9 persen), sedangkan produk unit link mengumpulkan premi Rp35,73 triliun (naik 10,3 persen).