AALI
8050
ABBA
595
ABDA
6950
ABMM
1280
ACES
1310
ACST
264
ACST-R
0
ADES
2370
ADHI
680
ADMF
7675
ADMG
214
ADRO
1370
AGAR
398
AGII
1750
AGRO
2520
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
57
AIMS
430
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
660
AKRA
3520
AKSI
418
ALDO
645
ALKA
228
ALMI
254
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.98
0.18%
+0.79
IHSG
6073.41
0.06%
+3.38
LQ45
824.99
0.24%
+1.95
HSI
26125.00
0.63%
+163.97
N225
27742.28
1.68%
+458.69
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
841,965 / gram

Ini Jurus BRI Kembangkan UMKM, Apa Saja?

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Jum'at, 18 Juni 2021 12:54 WIB
Berbagai strategi untuk mengembangkan UMKM di Tanah Air diterapkan oleh BRI.
Ini Jurus BRI Kembangkan UMKM, Apa Saja? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Berbagai strategi untuk mengembangkan UMKM di Tanah Air diterapkan oleh BRI. Strategi yang ditempuh salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto dalam acara bergengsi UN Global Compact Leaders Summit 2021 yang berlangsung secara daring (16/6). 

Sebagai pembicara dalam sesi Strategic Partnership for Sustainable SMEs, Amam menyampaikan masa depan UMKM akan tergantung pada keberhasilan pelaku usaha di sektor tersebut dalam mengadopsi kemajuan teknologi informasi. 

Oleh karena itu pihaknya terlibat langsung mengedukasi UMKM dalam penyiapan produk, pengemasan, pembukuan dan manajemen. 

“Agar UMKM lebih profesional dalam pengembangan dan pengelolaan usaha. Kemudian mengedukasi UMKM cara kerja digitalisasi, cara menggunakan produk digital untuk mendorong UMKM lebih aktif menggunakan produk digital milik bank dalam transaksi bisnis sehari-hari,” ujarnya. 

Selanjutnya, BRI membantu UMKM mempersiapkan dan memperkenalkan berbagai platform online termasuk untuk memamerkan dan memperdagangkan produk mereka. Hal tersebut bertujuan mendorong tindakan inovatif dalam pemasaran produk melalui pasar online dan e-commerce. 

UMKM menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 93% angkatan kerja dan UMKM merupakan segmen usaha yang hampir tidak terpengaruh. BRI berperan dalam memberdayakan UMKM, salah satunya dengan mengarahkan pelaku UMKM guna mempersiapkan berpartisipasi di pasar global melalui kegiatan business matching yang diadakan BRI setiap tahun dengan nama “BRI BRILIAN PREUNEUR”. 

“Kami menyadari bahwa BRI tidak dapat mengembangkan dan menumbuhkan UMKM dengan sendirinya. Kami perlu berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah Indonesia, anggota DPR, badan regulasi, lembaga internasional, korporasi, dan sebagainya,” lanjut Amam. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan skema relaksasi di mana kualitas pinjaman diukur melalui kemampuan untuk memenuhi jadwal pembayaran. Pemerintah pun menerbitkan peraturan tentang subsidi bunga untuk pinjaman UMKM dan membayar polis asuransi kredit default untuk memberikan jaminan kepada industri perbankan. 

Hal itu disambut BRI dengan menerapkan strategi Bisnis Mengikuti Stimulus atau business follow stimulus. 

BRI fokus untuk mengembangkan portofolio kreditnya melalui pinjaman bersubsidi baik subsidi bunga maupun subsidi asuransi kredit macet. 

Strategi ini membuat BRI tetap mampu menumbuhkan kreditnya sebesar 3,9% pada 2020. Selain itu sejak Maret 2020, BRI merestrukturisasi sebesar Rp260 triliun dari pinjamannya guna mencegah penurunan bisnis klien yang lebih dalam. Hal tersebut membantu bisnis bertahan selama pandemi. 

Di sisi lain, pemerintah menargetkan peningkatkan pembiayaan secara bertahap bagi UMKM yang dianggap sebagai tulang punggung perekonomian di Indonesia. Portofolio kredit UMKM di industri perbankan diproyeksikan meningkat dari 20% pada 2020 menjadi 30% pada 2024. 

Menurut Amam hal ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi pihaknya sebagai lembaga terbesar di Indonesia dan mungkin dunia yang fokus pada segmen UMKM. Hal ini mendorong BRI untuk menemukan pertumbuhan baru. Pihaknya melihat peluang besar tersebut dapat diperoleh dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif di segmen mikro. 

Bahkan BRI sudah lama masuk lebih dalam ke pasar yang lebih bawah yaitu ultra mikro. Untuk pengembangan ultra mikro  strategi pihaknya yaitu dengan kredit yang lebih kecil hingga Rp10 juta. Selain itu memberikan tenor pendek serta layanan yang lebih efisien dan cepat. 

Penerapan strategi ini menurutnya akan membutuhkan digitalisasi karena harus menemukan cara yang paling efisien untuk melayani lebih banyak pelanggan dengan cepat. Menuju kearah sana pihaknya saat ini fokus pada transformasi bisnis di 2 area yaitu digital dan budaya. 

“Dalam hal ini, kami terus berusaha untuk mendigitalkan proses bisnis kami dan untuk menemukan dan menciptakan model bisnis baru. Kami tahu bahwa digital hanyalah alat, pada saat yang sama, kami juga perlu mengubah cara kami melakukan bisnis, oleh karena itu transformasi budaya juga harus dilakukan secara bersamaan,” paparnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD