"Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Kami ingin memperkuat perjalanan layanan BTN kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera. Bahkan bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah, BTN tetap siap menjadi mitra dalam mewujudkan impian tersebut," katanya.
Nixon menyebut, nantinya perseroan akan melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun.
Dengan demikian, BTN dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah. Di sisi lain, BTN juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi intensif yang telah terjalin antara tim BTN dan SMBC Indonesia sejak tahun 2025 hingga mencapai tahap transaksi ini.
Dia menegaskan bahwa seluruh tahapan pasca-transaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudence) dan kepatuhan yang tinggi guna memastikan proses transisi berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi kedua institusi dan seluruh pemangku kepentingan.
Terkait teknis layanan, Nixon memastikan bahwa proses transisi dirancang agar berjalan mulus tanpa mengganggu hak-hak nasabah. "Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak-hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN," kata dia.