AALI
9575
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
810
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2920
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
690
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.33
-0.42%
-2.28
IHSG
6968.50
-0.4%
-27.95
LQ45
1003.37
-0.42%
-4.27
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
868,327 / gram

Jerry Ng, Komposer Bank Jago yang Jadi Orang Terkaya Ke-12 di RI

BANKING
Melati Kristina - Riset
Rabu, 15 Juni 2022 19:08 WIB
Dikenal atas sepak terjangnya di dunia perbankan RI, Jerry Ng berhasil masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia yang dirilis oleh Forbes pada 2021.
Jerry Ng, Komposer Bank Jago yang Jadi Orang Terkaya Ke-12 di RI. (Foto: MNC Media)
Jerry Ng, Komposer Bank Jago yang Jadi Orang Terkaya Ke-12 di RI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Dikenal atas sepak terjangnya di dunia perbankan Tanah Air, Jerry Ng berhasil masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia yang dirilis oleh Forbes pada 2021 lalu. Adapun bankir kawakan ini menempati posisi ke 12 dengan total kekayaan yang mencapai USD1,9 miliar atau Rp28 triliun (kurs Rp14.733) per 14/6/2022.

Saat ini, Jerry Ng menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Jago (ARTO) yang efektif sejak 18 Maret 2020. Keterlibatannya di bank digital tersebut dimulai semenjak ia mengakuisisi Bank Artos Indonesia, milik keluarga Arto Hardy. Adapun bank ‘mini’ tersebut diakuisisi melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia.

Gandeng Patrick Walujo, Jerry Ng menjadi pengendali bank tersebut dengan melibatkan perusahaan investasi milik Patrick, yaitu Wealth Track Technology Ltd (WTT) yang berbasis di Hong Kong. Baik Jerry Ng dan Patrick masing-masing menguasai 29,80 persen dan 11,69 persen saham ARTO.

Tak hanya itu, Gojek melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoPay) turut bergabung menjadi investor strategis non pengendali. BEI mencatat, perusahaan fintech tersebut memiliki sebesar 21,04 persen atau 2,97 miliar saham ARTO per 31 Mei 2022.

Sebelum berkiprah di ARTO, Jerry Ng memang sudah malang melintang di dunia perbankan selama lebih dari 30 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Presiden Direktur Bank Central Asia (BBCA) pada Mei 2001 hingga Mei 2002. Selanjutnya, Ia menjadi Direktur Bank Danamon (BDMN) semenjak 2003 hingga 2005.

Pria yang merupakan lulusan sarjana Administrasi Bisnis dari University of Washington ini juga tercatat menjadi Wakil Direktur Utama di BDMN pada 2005 dan berakhir pada tahun 2007. Tak hanya itu, Jerry kembali memimpin Bank BTPN (BTPN) pada Juli 2008 hingga Januari 2009 sebagai Direktur Utama. Ia juga berperan sebagai pendiri Jenius, milik BTPN yang merupakan cikal bakal bank digital di Tanah Air pada 2016 silam.

Bakal Kuasai BFI Finance Bareng Boy Thohir

Tak hanya ARTO, Jerry Ng juga berencana merambah kepemilikan saham BFI Finance Indonesia (BFIN). Pada 13 April 2022 lalu, Trinugraha Capital & Co SCA (TC) menyelesaikan penawaran tender sukarela atau tender offer atas saham emiten pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Menurut keterbukaan informasi, terdapat 852,88 juta saham yang ikut dalam Penawaran Tender Sukarela. Adapun TC merencanakan untuk menambah kepemilikan saham, yang semula sebesar 42,81 persen menjadi 52,12 persen dengan membeli saham perseroan di pasar modal di harga penawaran Rp1.200 per saham.

Sebagai pengendali BFIN, kepemilikan saham TC di perusahaan tersebut sebesar 42,81 persen atau mencapai 6,83 miliar saham. Adapun 0,56 persen saham dari Trinugraha Capital dikuasai oleh Garibaldi ‘Boy’ Thohir, yang merupakan kakak dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia, Erick Thohir.

Sementara 98,44 persen saham Trinugraha Capital dimiliki oleh Baltica International yang dikendalikan oleh Jerry Ng.

Dibalik penawaran tender sukarela tersebut, baik TC maupun BFIN telah menyiapkan rencana besar. Adapun rencana besar tersebut adalah mengarahkan bisnis BFIN kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 dengan menekan kualitas aset di tengah kondisi yang menantang.

Selanjutnya, memanfaatkan keahlian dan pengetahuan BFIN dalam membangun pertumbuhan berkelanjutan dalam bisnis pembiayaan konsumen inti. Terakhir yaitu, berinvestasi dalam transformasi bisnis dan menerapkan teknologi digital dalam memaksimalkan operasi. (ADF)

Periset: Melati Kristina

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD