Selain tabungan haji, mesin pertumbuhan baru dari lini bisnis emas turut memberikan kontribusi masif. Ekspansi layanan tabungan emas digital ternyata sangat diminati publik karena menembus hampir 900 ribu nasabah di kuartal I-2026, dan secara fenomenal menembus 1 juta nasabah pada April 2026.
Anggoro menekankan soal derasnya aliran dana murah dari ekosistem investasi logam mulia ini langsung mendongkrak performa perusahaan. Status sebagai satu-satunya bullion bank di Tanah Air membuat BSI mendominasi segmentasi pasar dan bisnis bank emas.
"Mesin baru kita yaitu bank emas menunjukkan data signifikan dengan jumlah penabung yang tembus satu juta nasabah, padahal baru setahun kita jual. Ini menggambarkan bahwa keunikan BSI menjadi engine pertumbuhan nasabah yang berujung pada sustainability kinerja," ujarnya.
Alhasil, kata Anggoro, kuatnya fundamental dana murah langsung memengaruhi rasio profitabilitas. BSI meraup laba bersih di atas Rp2 triliun dalam satu kuartal, sementara Return on Equity (ROE) perusahaan ikut terkerek ke level 19,4 persen.