IDXChannel—PT ALTO Network mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 75 persen secara tahunan hingga Maret 2026. Pada periode tersebut, penyedia layanan switching ini menangani 30 juta transaksi per hari.
CEO ALTO Network Gretel Griselda mengatakan dari pertumbuhan jumlah transaksi tersebut, mayoritas disumbang oleh transaksi QRIS. Lalu disusul oleh transaksi transfer antarbank, penarikan tunai ATM, pembayaran kartu debit, dan pembayaran bill.
“Satu tahun terakhir perekonomian dan finansial Indonesia cukup bergejolak, ditambah sekarang perang bergejolak. Namun, transaksi via ALTO menunjukkan peningkatan. Tren masih sama dan tidak berubah,” jelasnya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data transaksi melalui jaringan ALTO, kata Gretel, daya beli masyarakat masih cukup kuat. Terlihat dari pertumbuhan transaksi QRIS yang tumbuh hingga 89 persen (secara tahunan) hingga Maret 2026.
Meskipun begitu, masyarakat juga cenderung menahan belanja, terlihat dari penurunan pada rata-rata nilai transaksi per ticket (pembelian).
Misalnya, jika dulu konsumen membayar Rp100.000 dalam satu kali transaksi, kini nilainya menurun menjadi Rp80.000 per transaksi. Penurunan nilai transaksi per pembelian ini tercatat mencapai 16 persen secara tahunan.
Sampai dengan kuartal pertama 2026, ALTO juga mengelola 70 juta kartu dan lebih dari 50.000 jaringan ATM di seluruh Indonesia. ALTO juga melayani 50 persen dari seluruh bank digital di Indonesia.
Kemudian, negara mitra yang masuk dalam jaringan cross-border (lintas negara) via QRIS bertambah tiga. Yakni China, Jepang, dan Korea Selatan. Saat ini, ALTO melayani lebih dari 120 klien yang terdiri dari bank konvensional, bank digital, e-wallet, e-commerce, dan sebagainya.
(Nadya Kurnia)