AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Kinerja Lebih Optimistis, BCA Ubah Target Pertumbuhan Jadi Double Digit

BANKING
Anggie Ariesta
Kamis, 28 Juli 2022 05:39 WIB
BCA pun bakal segera melakukan revisi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator bidang perbankan.
Kinerja Lebih Optimistis, BCA Ubah Target Pertumbuhan Jadi Double Digit (foto: MNC Media)
Kinerja Lebih Optimistis, BCA Ubah Target Pertumbuhan Jadi Double Digit (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku semakin optimistis dalam melihat potensi pertumbuhan bisnisnya di sepanjang tahun 2022 ini. Berbekal keyakinan tersebut, bank dengan kode saham BBCA itu pun menaikkan target pertumbuhan dari asumsi semula delapan persen menjadi 10 persen.

Dengan perubahan target tersebut, BCA pun bakal segera melakukan revisi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator bidang perbankan.

"Jadi, kita merubah sedikit (RBB) untuk menunjukkan optimis kita dari tadinya delapan persen sekarang ke arah 10 persen, supaya lebih optimis,” ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, dalam paparan kinerja BCA semester I-2022, Rabu (27/7/2022).

Menurut Jahja, optimisme tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa kinerja kredit di Semester II-2022 bakal semakin bergairah. Siklus meningkatnya kinerja pada enam bulan terakhir setiap tahun itu dikatakan Jahja hampir selalu terjadi juga pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau (kinerja) di triwulan II memang biasanya meningkat karena momen Lebaran yang merupakan titik (pertumbuhan) ekonomi. Permintaannya bisa sampai 60 persen hingga 70 persen dari (keseluruhan permintaan) satu tahun. Tapi cycle-nya juga di triwulan III-IV biasanya juga selalu meningkat," tutur Jahja.

Sedangkan untuk capaian kinerja Semester I-2022, BCA dan entitas anak berhasil mencatatkan total kredit sebesar Rp675,4 triliun, meningkat 13,8 persen dibanding realisasi kredit pada periode sama tahun sebelumnya. Pertumnbuhan kredit terjadi di seluruh segmen, terutama ditopang oleh kredit korporasi yang naik 19,1 persen mencapai Rp310,2 triliun di Juni 2022.

Sedangkan Kredit komersial dan UKM menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi kedua, yaitu naik 10,9 persen, menjadi Rp197,5 triliun. Sementara KPR tumbuh 8,5 persen menjadi Rp 101,6 triliun. Kredit KEndaraan Bermotor (KKB) naik 4,8 persen menjadi Rp43,2 triliun, setelah rebound dari tekanan di masa pandemi.

Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 10,7 persen menjadi Rp12,7 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 7,6 persen menjadi Rp160,5 triliun. Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 13,8 persen menjadi Rp675,4 triliun.

Sehubungan dengan penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan (sustainable), portofolio BCA tumbuh sebesar 21,8 persen menjadi Rp169,5 triliun per Juni 2022. Menurut Jahja, portofolio kredit keuangan berkelanjutan berkontribusi hingga 24,9 persen terhadap total portofolio pembiayaan BCA.

Pembiayaan yang diberikan termasuk untuk sektor energi terbarukan, diantaranya mencakup proyek pembangkit listrik tenaga surya, air, mini hidro, biogas, dan biomassa. Proyek-proyek ini tersebar pada 13 wilayah di Indonesia, dengan total kapasitas listrik yang dihasilkan hampir mencapai 200 MW.

"Selain itu, kami juga baru saja memberikan pembiayaan sekitar Rp472 miliar kepada perusahaan yang bergerak pada industri kertas daur ulang, guna mendukung ekonomi sirkular,” tutur Jahja.

Pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan portofolio kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal.

Rasio loan at risk (LAR) turun ke 12,3% di semester I-2022, dibandingkan 19,1 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga sebesar 2,2 persen, didukung relaksasi restrukturisasi. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD