AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Kredit OCBC (NISP) Capai Rp117,3 Triliun, Mayoritas Disalurkan ke Sektor Manufaktur

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Jum'at, 29 Oktober 2021 09:38 WIB
Total portofolio KPR Bank OCBC NISP tercatat tumbuh 15% dibandingkan posisi Desember 2020.
Kredit OCBC (NISP) Capai Rp117,3 Triliun, Mayoritas Disalurkan ke Sektor Manufaktur (FOTO:MNC Media)
Kredit OCBC (NISP) Capai Rp117,3 Triliun, Mayoritas Disalurkan ke Sektor Manufaktur (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Bank OCBC NISP berhasil mencatatkan pertumbuhan positif seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia. 

Hingga kuartal III 2021 ini, Bank OCBC NISP meraih perolehan laba bersih sebesar Rp2 Triliun atau naik 5% yoy dari Rp1,9 Triliun pada periode yang sama tahun 2020. 

"Peningkatan ini dikontribusikan dari Pendapatan Bunga Bersih yang mengalami pertumbuhan 9% yoy menjadi Rp5,7 Triliun hingga kuartal III 2021. Sedangkan, total aset Bank tumbuh 7% yoy menjadi Rp211,3 Triliun, " kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP Jumat (29/10/2021). 

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga meningkat 5% yoy menjadi Rp161,0 Triliun dengan rasio dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 49,2% dari total DPK. 

Bank OCBC NISP menyalurkan kredit sebesar Rp117,3 Triliun hingga akhir September 2021 dimana mayoritas disalurkan untuk sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa. Bank mencatat rasio NPL net pada posisi 1,0% dan NPL bruto pada posisi 2,4%, terjaga di bawah rata-rata NPL industri perbankan dan ketentuan regulator. 

“Keberhasilan dalam pengendalian kasus COVID-19 dan pelaksanaan vaksinasi memberikan dorongan positif terhadap perekonomian Indonesia. Ditambah dengan optimisme publik yang kuat terlihat pada Indeks Keyakinan Konsumen yang mencapai 95,5% di bulan September 2021, roda perekonomian mulai melaju positif, pelaku usaha semakin percaya diri untuk melakukan ekspansi bisnis, dan daya beli masyarakat mulai pulih," ujar dia.

Keberhasilan pengendalian kasus COVID-19 mendorong roda perekomian untuk kembali normal. Hal ini berdampak pada pulihnya minat masyarakat untuk membeli properti. 

Pertumbuhan penyaluran KPR juga dialami oleh Bank OCBC NISP di mana hingga September 2021, total portofolio KPR Bank OCBC NISP tercatat tumbuh 15% dibandingkan posisi Desember 2020. 

Hal ini disebabkan oleh kenaikan yang cukup baik pada penyaluran KPR baru tercatat 26% dibandingkan posisi Desember 2020, karena dorongan permintaan pasar akan rumah tinggal, khususnya dengan harga di bawah Rp2 Miliar dari segmen usia muda. 

Dengan produk KPR Easy Start Bank OCBC NISP, nasabah muda dapat mencapai tujuan finansial mereka, salah satunya memiliki tempat tinggal dengan skema cicilan bertingkat. 

Selain minat akan properti, Bank OCBC NISP juga melihat pertumbuhan minat nasabah untuk mengembangkan dananya melalui produk-produk investasi. 

Pada September 2021, transaksi produk wealth management untuk produk reksadana, bancassurance, dan obligasi secara keseluruhan mengalami peningkatan pendapatan sebesar 34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.  

"Fee-based income dari bisnis wealth management memberikan kontribusi sebesar 25%, yang berasal dari transaksi penjualan reksadana dan bancassurance, serta keuntungan dari penjualan obligasi," papar dia.

(SANDY) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD