AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Kredit Perbankan Tumbuh Sembilan Persen, Kinerja Jasa Keuangan Diklaim Makin Stabil

BANKING
Anggie Ariesta
Kamis, 26 Mei 2022 07:47 WIB
kinerja sektor perbankan berkontribusi positif terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Kredit Perbankan Tumbuh Sembilan Persen, Kinerja Jasa Keuangan Diklaim Makin Stabil  (foto: MNC Media)
Kredit Perbankan Tumbuh Sembilan Persen, Kinerja Jasa Keuangan Diklaim Makin Stabil (foto: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim perkembangan sektor keuangan tetap stabil terjaga dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus meningkat. Kondisi tersebut berkontribusi positif terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, mengungkapkan bahwa berdasarkan data OJK per April 2022, kredit perbankan berhasil tumbuh sebesar 9,10 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau 3,69 persen secara bulanan (year to date/ytd). Porsi pertumbuhan tersebut meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan di Bulan Maret yang tercatat tumbuh 6,67 persen secara yoy.

"Secara sektoral, kredit sektor pertambangan dan manufaktur mencatatkan kenaikan terbesar secara bulanan (month to month/mtm), masing-masing sebesar Rp21,5 triliun dan Rp20,8 triliun. Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,11 persen yoy atau 0,08 persen ytd," ujarnya, dalam keterangan resmi, Kamis (26/5/2022).

Konflik Rusia-Ukraina serta terganggunya global supply chain akibat lockdown di China, juga terus mendorong kenaikan harga komoditas terutama energi dan pangan. Kenaikan inflasi yang diikuti oleh pengetatan kebijakan moneter global telah meningkatkan potensi terjadinya hard landing, sehingga meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global dan terjadinya outflow dari pasar keuangan negara-negara emerging market.

Namun demikian, kinerja perekonomian domestik masih terjaga terlihat dari rilis PDB triwulan I-2022 yang terpantau sebesar 5,01 persen (yoy), diikuti dengan peningkatan kinerja mayoritas perusahaan publik di periode yang sama.

OJK juga mengatakan, indikator ekonomi high frequency juga terpantau masih positif, mengindikasikan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga telah menaikkan anggaran subsidi energi menjadi Rp 443,6 triliun, terbesar sepanjang sejarah. Namun demikian, perlu dicermati tren kenaikan inflasi domestik dan dampak pelarangan ekspor CPO terhadap kinerja neraca perdagangan pada Mei 2022.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik secara umum bergerak volatil, sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global seiring aksi risk off investor. Hingga 20 Mei 2022, IHSG tercatat melemah 4,3 persen (month to date/mtd), atau sejak awal tahun ke level 6.918. Kondisi ini menurut OJK sejalan dengan aliran dana nonresiden (investor asing) yang tercatat outflow sebesar Rp 9,23 triliun (mtd). (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD