AALI
9625
ABBA
220
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
790
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7500
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
153
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
840
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.70
-0.51%
-2.76
IHSG
6988.00
-0.4%
-28.06
LQ45
1005.74
-0.49%
-5.00
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Pondasi Perbankan yang Bagus Jadi Booster Perekonomian Indonesia

BANKING
Michelle Natalia
Kamis, 19 Mei 2022 22:53 WIB
fungsi intermediasi perbankan sudah pulih bukan karena dipaksa tetapi karena market mechanism yang bekerja dengan baik.
Pondasi Perbankan Yang Bagus Jadi Booster Perekonomian Indonesia (foto: MNC Media)
Pondasi Perbankan Yang Bagus Jadi Booster Perekonomian Indonesia (foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Dewan Komisioner Lembaga penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kondisi perbankan nasional dari sisi likuiditas sudah membaik. Klaim perbaikan tersebut didasarkan Purbaya pada perbandingan kondisi saat ini dengan kondisi pada tahun 2020 lalu, di mana likuiditas perbankan sempat terganggu akibat pandemi COVID-19.

“Sekarang pondasi perbankan kita amat baik dan otomatis perekonomian Indonesia juga bagus, fungsi intermediasi perbankan sudah pulih bukan karena dipaksa tetapi karena market mechanism yang bekerja dengan baik,” ujar Purbaya, dalam acara Fortune Indonesia Summit 2022, di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Sedikit berkilas balik ke tahun 2020, dia mengatakan, pada saat itu bila pemerintah  tidak berhati-hati dikhawatirkan akan ada beberapa bank yang berguguran, akan tetapi berkat kebijakan pemerintah yang merubah kebijakan ekonomi moneter maupun fiskal akhirnya kondisi yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Kebijakan itu salah satunya adalah mendorong uang agar berada di sistem perekonomian, merubah kebijakan tersebut pun tidak mudah sebab ada beberapa ekonom yang mempunyai pandangan berbeda, tetapi berkat arahan langsung Presiden, pada akhirnya kebijakan itu dapat berjalan dan uang kembali berada di sistem perekonomian,” tambah Purbaya.

Kemudian, dari sisi cost of capital pun pemerintah  coba turunkan serendah mungkin, yakni dengan kebijakan suku bunga yang mengikuti kebijakan Bank Sentral dengan kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang turun ke angka 3,5%.

“Jadi cost of capital lebih murah, dan diharapkan menguntungkan perbankan, dan dengan adanya uang yang lebih banyak di sistem perekonomian maka ekonomi dapat berjalan lebih cepat,” jelasnya.

Selanjutnya, saat ditanyakan mengenai ketidakpastian global, atau bagaimana jika kondisi perekonomian secara global semakin memburuk, dia menyatakan tetap optimis, oleh karena dalam beberapa bulan ini kebijakan pemerintah dinilai sudah tepat untuk mendorong domestic demand maupun ekonomi domestik.

“Jadi jika kondisi perekonomian global kita memburuk, selama kita bisa memformulasikan kebijakan ekonomi yang baik dan menjaga permintaan dalam negeri harusnya kita tumbuh. terlebih jika peran serta perbankan yang terus menyalurkan kredit dan terus bekerja. Dengan kondisi seperti itu kami dapat dikatakan perekonomian kita resilience,” jelas Purbaya.

Dia mengatakan bahwa tidak perlu terlalu khawatir terhadap ketidakpastian perekonomian global, sebab Indonesia sudah belajar dari berbagai krisis yang pernah menerpa sebelumnya.

“Jangan terlalu khawatir sebab kita sudah belajar dari krisis 1997-1998, dan saat ini kami sebagai otoritas keuangan juga semakin kompak dan koordinasi dengan perbankan juga lebih intens. Perbankan juga jangan ragu memberikan kredit dan kalangan pengusaha juga jangan takut untuk ekspansi bisnisnya,” tutupnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD