AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Laba Naik 34 Persen, Bank Syariah (BRIS) Fokus Jaga Kualitas Pembiayaan pada 2021

BANKING
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 10 September 2021 08:38 WIB
Adapun laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) perseroan
Laba Naik 34 Persen, Bank Syariah (BRIS) Fokus Jaga Kualitas Pembiayaan pada 2021 (FOTO:MNC Media)
Laba Naik 34 Persen, Bank Syariah (BRIS) Fokus Jaga Kualitas Pembiayaan pada 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) hingga semester I 2021 berhasil meraih laba bersih mencapai Rp1,48 triliun atau naik 34,29% secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya. 

Adapun laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) perseroan. Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho melaporkan bahwa kenaikan tersebut mendorong peningkatan pendapatan margin dan bagi hasil yaitu 12,71% (yoy). 

“Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas. Hal itu ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,69% per Juni 2020 menjadi 13,84% per Juni 2021,” kata Ade dalam Public Expose Live 2021, secara virtual, Kamis (9/9/2021). 

Kinerja pembiayaan perseroan menunjukkan adanya tren penurunan non-performing financing atau instrumen penilaian pembiayaan bermasalah menjadi 3,11% pada enam bulan pertama 2021 dibandingkan periode sebelumnya yakni 3,23%. 

"BSI juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 144,07% sampai semester I-2021, untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian," kata Direktur Risk Management Bank Syariah Indonesia, Tiwul Widyastuti. 

Tiwul juga menegaskan bahwa fokus BSI sepanjang 2021 adalah menjaga kualitas pembiayaan dan mengatur coverage ratio. 

Seperti diketahui, BSI telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp161,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat 11,73% dibandingkan periode tahun sebelumnya sejumlah Rp144,5 triliun. 

Porsi terbesar masih berasal dari segmen konsumer yang mencapai Rp75 triliun atau setara 46,5% dari total pembiayaan. Disusul segmen korporasi Rp36,7 triliun (22,8%), segmen UMKM Rp36,8 triliun (22,9%) dan sisanya komersial Rp10 triliun (6,2%).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD