sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Likuiditas dan Permodalan BRI (BBRI) Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
29/05/2026 10:20 WIB
Dari sisi likuiditas, BRI mencatatkan rasio likuiditas yang tetap kuat dan berada jauh di atas ketentuan regulator.
Likuiditas dan Permodalan BRI (BBRI) Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi Global (FOTO:Dok BRI)
Likuiditas dan Permodalan BRI (BBRI) Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi Global (FOTO:Dok BRI)

IDXChannel – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan resilien di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. 

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, dari sisi likuiditas, BRI mencatatkan rasio likuiditas yang tetap kuat dan berada jauh di atas ketentuan regulator. 

"Hingga akhir Maret 2026, loan to deposit ratio (LDR) BRI tercatat 86,7 persen yang menurut kami masih ideal dalam hal mengelola fungsi intermediary, tidak terlalu ketat namun juga cukup optimal untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depan,” ujar Achmad Royadi Jumat (29/5/2026).

Dari sisi struktur pendanaan, BRI terus menunjukkan perbaikan yang signifikan, khususnya dalam pengelolaan biaya dana dan komposisi dana murah. 

Cost of fund berbasis dana pihak ketiga berhasil ditekan dari 3,0 persen pada Triwulan I-2025 menjadi 2,3 persen pada Triwulan I-2026, atau turun sebesar 65 basis poin.

Penurunan ini mencerminkan efektivitas strategi BRI dalam mengoptimalkan struktur funding, khususnya melalui peningkatan porsi dana murah. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan rasio CASA yang naik dari 65,8 persen di Triwulan I-2025 menjadi 68,1 persen di Triwulan I-2026.

“Yang juga penting, kami menjaga disiplin dalam pengelolaan likuiditas ini secara konsisten. Hal ini tidak hanya untuk memastikan kecukupan dana, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi biaya dana (cost of fund) serta kualitas struktur pendanaan yang semakin optimal,” tutur dia.

Dari sisi permodalan, posisi perseroan saat ini sangat kuat. Hal tersebut tercermin Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI berada di level 22,90 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator bagi BRI sebagai bank sistemik.

Dengan level permodalan tersebut, BRI memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mendukung ekspansi bisnis secara prudent, sekaligus memberikan buffer yang memadai dalam menyerap berbagai potensi risiko ke depan.

Artinya, struktur permodalan BRI saat ini benar-benar memberikan ruang yang fleksibel untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di segmen UMKM dan pembiayaan produktif, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

“Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan, sehingga BRI dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” kata Achmad Royadi

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement