AALI
9575
ABBA
244
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
815
ADMF
8050
ADMG
172
ADRO
2920
AGAR
324
AGII
2060
AGRO
695
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.84
-0.33%
-1.77
IHSG
6974.58
-0.31%
-21.88
LQ45
1004.25
-0.34%
-3.39
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
868,327 / gram

Lindungi Datamu! Ini Tips Meminimalisir Kejahatan Digital Banking

BANKING
Heri Purnomo
Rabu, 22 Juni 2022 10:05 WIB
Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan kejahatan yang saat ini terjadi yakni modus meminta kode One Time Password (OTP)
Lindungi Datamu! Ini Tips Meminimalisir Kejahatan Digital Banking (FOTO:MNC Media)
Lindungi Datamu! Ini Tips Meminimalisir Kejahatan Digital Banking (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Modus kejahatan perbankan makin marak. Bahkan baru-baru ini, media sosial digemparkan dengan teknik social engineering (Soceng) dimana modus pelaku adalah mengelabui korban sehingga korban tidak sengaja memberikan informasi pribadi dan dengan leluasa pelaku menguras habis isi rekening korban.

Tak sedikit, masyarakat yang mengeluh dan mengadukan hal tersebut kepada regulator ataupun pihak berwajib. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), mencatat terdapat 5.000 laporan pengaduan dugaan tindak pidana penipuan setiap minggunya. Selain itu Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipidsiber) Polri juga mencatat ada 16.845 laporan tindak pidana penipuan siber sepanjang 2017-2020.

Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan kejahatan yang saat ini terjadi yakni modus meminta kode One Time Password (OTP) yang merupakan kode berisi enam digit nomor autentikasi yang dikirimkan melalui SMS

"Yang ramai adalah modus meminta OTP. Padahal OTP tidak boleh dishare dari pengguna ke pihak lain termasuk perbankan. Dan dengan tipu daya penjahat siber, kita bisa dikecoh dan akhirnya menyerahkan OTP pada pelaku kejahatan tersebut. Uang yang ada rekening kemudian juga bisa secara cepat dipindahtangan pada orang lain" ujarnya kepada MNC Portal, Selasa (21/6/2022). 

Lalu, bagaimana cara kita menghindari hal tersebut? 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD