AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Waspada! Kejahatan Digital Perbankan Makin Marak, Ini Kunci Terhindar Soceng

BANKING
Viola Triamanda/MPI
Rabu, 22 Juni 2022 06:39 WIB
Nasabah lebih berhati-hati apabila ada pihak yang mengaku dari perbankan meminta username, password, PIN hingga nama ibu kandung dan data pribadi lainnya.
Waspada! Kejahatan Digital Perbankan Makin Marak, Ini Kunci Terhindar Soceng (FOTO:MNC Media)
Waspada! Kejahatan Digital Perbankan Makin Marak, Ini Kunci Terhindar Soceng (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Jenis kejahatan perbankan saat ini semakin beragam seiring dengan perkembangan digital di industri perbankan. Salah satu kejahatan perbankan yang sering ditemui antara lain phising ataupun soceng alias social engineering.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menyebut, banyaknya kasus kejahatan online dengan pencurian data disebabkan oleh kelalaian masyarakat yang memberikan informasi pribadi. 

“Digitalisasi memang memberikan kemudahan yang luar biasa, namun juga dengan risiko yang luar biasa. Dan, sebagus apa pun pengamanan tentu harus didukung dengan kesadaran pihak konsumen,” ujar Erwin pada acara iNews Sore, seperti dikutip MPI, Senin (20/6/2022). 

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOUS) Bhima Yudhistira menyatakan maraknya kejahatan social engineering saat ini merupakan kesalahan dari dua sisi yakni nasabah dan pihak perbankan.

"Dari sisi nasabah, edukasi dan sosialisasi masih perlu ditingkatkan terkait keamanan penyimpanan username dan data pribadi karena kejahatan social engineering menyasar pada nasabah yang tidak jeli membedakan website resmi bank dengan website duplikasi serta tidak jeli membedakan website resmi bank dengan website duplikasi," ucapnya kepada MPI, Selasa (21/6/2022).

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD