IDXChannel – Di tengah tren fesyen yang terus berubah, menghadirkan produk yang tidak hanya mengikuti gaya tetapi juga menjaga identitas budaya menjadi tantangan bagi pelaku usaha. KainIndonesia.co hadir menjawab hal tersebut dengan mengolah wastra Nusantara menjadi busana siap pakai yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Dikembangkan oleh perempuan asal Jakarta Timur, KainIndonesia.co menjadikan kain tradisional sebagai fondasi utama produknya. Didirikan pada tahun 2021, usaha ini berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan wastra Indonesia agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Berbagai wastra seperti batik, tenun, lurik, hingga endek diolah menjadi busana modern, fashionable, dan nyaman, tanpa meninggalkan karakter khasnya. Mengusung konsep “From Office to Hangout”, KainIndonesia.co menghadirkan model seperti outer dan blouse sebagai produk unggulan, dengan pilihan ukuran lengkap hingga big size serta opsi custom dan konversi ukuran internasional.
Pemilik KainIndonesia.co Shinta Paramarti menuturkan bahwa dirinya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti acara BRI Incubator.
"BRI merupakan bank dengan nama besar yang sangat baik. Komitmen tersebut tercermin dari jaringan kantor cabang dan ATM yang tersebar hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga membuat saya yakin bahwa program BRI juga akan memberikan manfaat yang besar. Dan memang benar, di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya," ungkapnya.
Seiring berkembangnya usaha, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari offline, marketplace, hingga social commerce, dengan jangkauan pasar dari lokal hingga ekspor. Melalui LinkUMKM, KainIndonesia.co memperoleh akses pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha. Dalam operasionalnya, usaha ini juga memanfaatkan QRIS dan tabungan BRI untuk mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan, serta mengalokasikan sebagian hasil usaha untuk investasi.