AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

LPS Kaji Penghapusan Premi Penjaminan Simpanan

BANKING
Rina Anggraeni
Jum'at, 09 April 2021 18:40 WIB
LPS akan mengkaji ulang permintaan Perbanas untuk menghapus premi penjaminan simpanan.
LPS akan mengkaji ulang permintaan Perbanas untuk menghapus premi penjaminan simpanan. (Foto: MNC media)

IDXChannel - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) buka suara mengenai perbankan yang minta pembayaran premi penjaminan simpanan dihapus. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tengah mengevaluasi rencana penghapusan premi penjaminan simpanan untuk perbankan. 

"Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Perbanas mengirimkan surat untuk dihilangkan premi LPS. Waktu itu kami jawab, tidak bisa karena undang-undangnya tidak bisa. Namun kita lihat, bila memang itu dimungkinkan dan dampaknya positif kepada ekonomi maka akan kami lakukan evaluasi ulang,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa secara virtual pada Jumat (9/4/2021).

LPS akan mendiskusikan kemungkinan penghapusan premi penjaminan itu dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kendati demikian, Purbaya melihat ada kelemahan perekonomian Indonesia saat ini yakni belum tumbuhnya kredit perbankan. "Kalau emang itu dimungkinkan dan dampak positif ke perekekonomian dan akan evaluasi ulang dan konsultasi dengan dpr,"bebernya

Dia menambahkan saat ini  kredit belum tumbuh seperti yang dikeluhkan. Adapun, Perbanas diminta jangan menyalurkan uang hanya di Bank Indonesia. " Jangan taruh di bi saja. kalau itu terjadi akan serius evaluasi dan pertimbangkan premi tersebut. kalau benar-benar berdampak positif bisa recovery ekonomi asal perbanas sadar jangan salahin pem dan regulator aja," tandasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD