sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

LPS Simpan Dana Jaminan Rp280 Triliun untuk Jaga Stabilitas Perbankan Nasional

Banking editor Rohman Wibowo
26/05/2026 17:40 WIB
LPS memastikan kesiapan dalam menjaga stabilitas perbankan nasional dengan menyiagakan dana cadangan mencapai Rp280 triliun.
LPS Simpan Dana Jaminan Rp280 Triliun untuk Jaga Stabilitas Perbankan Nasional. (Foto: iNews Media Group)
LPS Simpan Dana Jaminan Rp280 Triliun untuk Jaga Stabilitas Perbankan Nasional. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan kesiapan dalam menjaga stabilitas perbankan nasional dengan menyiagakan dana cadangan mencapai Rp280 triliun.

Akumulasi dana yang sangat masif ini disiapkan sebagai jaminan bagi seluruh deposan di tanah air agar tetap merasa aman menyimpan dana mereka di perbankan formal. 

Keberadaan likuiditas yang melimpah ini diharapkan menjadi instrumen vital dalam meredam potensi guncangan sistem keuangan di tengah dinamika pasar global yang kian tak menentu.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa posisi finansial lembaga yang dipimpinnya saat ini berada pada level yang sangat tangguh untuk memitigasi risiko. Upaya penguatan cadangan dana dilakukan secara konsisten guna menjamin kepercayaan publik tetap berada pada level tertinggi meskipun terjadi perlambatan ekonomi. 

Menjaga stabilitas perbankan nasional merupakan komitmen jangka panjang LPS dalam mengawal sektor keuangan agar tetap adaptif menghadapi berbagai skenario buruk di masa depan.

"Di balik ketangguhan itu, LPS juga sudah memiliki dana yang cukup, kami sekarang telah mengakumulasi dana 280 triliun, 280 triliun yang menjamin kepercayaan deposan tetap berada di level tertinggi," ujar Anggito dalam seminar nasional di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Anggito menjelaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berdiri di atas pijakan yang jauh lebih kokoh dibandingkan dengan masa-masa krisis hebat pada 1998 silam. 

Sebagai saksi sejarah sekaligus pelaku yang terlibat langsung dalam penanganan krisis lintas dekade, ia meyakini realitas pertumbuhan ekonomi saat ini didukung oleh data objektif yang valid.

Kemajuan ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang menyentuh angka 5,61 persen, sebuah lonjakan drastis dari kondisi kontraksi masa lalu.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement